Sat. Sep 23rd, 2023
apa perbedaan bank konvensional dan bank syariah

Sudahkah Anda mengetahui apa perbedaan bank konvensional dan bank syariah? Istilah bank konvensional dan bank syariah tentu sudah tidak asing lagi saat ini.

Keduanya merupakan institusi keuangan yang melayani kebutuhan perbankan masyarakat di Indonesia. 

Banyak orang yang menganggap kedua bank ini tak jauh beda, bahkan ada juga orang yang menganggapnya sama. Padahal dalam prinsip dan definisinya kedua bank ini berbeda.

Nah, apa yang dimaksud dengan bank konvensional dan bank syariah? Berikut perbedaannya. 

Apa Perbedaan Bank Konvensional dan Bank Syariah? 

Pada dasarnya, bank konvensional adalah bank yang menjalankan bisnisnya secara konvensional berbasis suku bunga serta berlandaskan prosedur dan hukum formal negara. 

Sedangkan perbankan syariah adalah bank yang menjalankan bisnisnya dengan hukum dan prinsip Islam yang telah diatur Al-quran, Hadist, dan Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI). 

Prinsip Islam yang dimaksud disini mencakup dengan prinsip keadilan dan keseimbangan ( ‘adl wa tawazun), universalisme (alawiyah), kemaslahatan(maslahah), dan tak mengandung maysir, riba, zalim, gharar, dan objek yang haram.

Setelah Anda mengetahui definisi dari bank konvensional dan bank syariah, kira-kira apa perbedaan bank konvensional dan bank syariah? Berikut ini telah kami rangkuman kedua perbedaan bank tersebut yang dapat dengan mudah untuk Anda pahami. 

1. Prinsip Pelaksanaan

Perbedaan pertama antara bank konvensional dan bank syariah adalah prinsip pelaksanaan.

Bank syariah memakai prinsip berdasarkan hukum Islam mengacu pada Al-quran dan Hadist serta diatur oleh fatwa ulama. Sehingga seluruh aktivitasnya menganut prinsip Islam.

Sedangkan prinsip perbankan konvensional mengacu pada peraturan nasional dan internasional berdasarkan hukum berlaku. 

2. Orientasi Perbankan

Hal ini merupakan salah satu hal dasar yang perlu Anda ketahui, karena bank syariah selain lembaga yang mencari keuntungan, bank syariah juga menjalankan aktivitas bisnis yang mengedepankan kemakmuran, dunia akhirat. 

Berbeda dengan orientasi bank syariah, bank konvensional cenderung lebih mengedepankan profit oriented. 

3. Biaya Denda

Pada umumnya, bank konvensional memberi denda kepada nasabah jika kredit macet dan besaran bunga meningkat.

Sementara bank syariah tidak membebankan denda ke nasabah yang terlambat atau tidak bisa membayar dan hanya melakukan perundingan bersama. 

4. Pengawasan Kegiatan

Apa perbedaan bank konvensional dan bank syariah selanjutnya? Perbedaan yang paling mencolok dari kedua bank ini ada pada pengawasan kegiatan. Pada bank konvensional segala aktivitasnya akan diawasi oleh dewan Komisaris. 

Sementara segala aktivitas bank syariah terdiri dari berbagai lembaga, seperti dewan syariah nasional, dewan pengawasan syariah, serta dewan Komisaris bank. 

5. Kesepakatan Formal

Dalam proses transaksi lembaga bank, harus ada kesepakatan atau perjanjian formal antara pihak bank dan juga nasabah. Jika di bank konvensional melakukan perjanjian secara hukum nasional. Maka bank syariah melalui akad hukum Islam. 

Adapun jenis akad transaksi dalam bank syariah dimulai dari mencari keuntungan sampai layanan jasa sosial. Selain itu, dalam pelaksanaan perjanjian, terdapat beberapa rukun dan syarat sah yang harus ditunaikan untuk mengesahkan akad tersebut. 

6. Bunga Bank

Perbedaan ini merupakan perbedaan paling menonjol dari kedua jenis bank tersebut. Suku bank konvensional menetapkan bunga sebagai acuan dasar dan keuntungan, sementara bank syariah tidak memakai suku bunga tersebut. 

Bank syariah akan memakai imbal hasil atau nisbah, yang diperoleh dari pembagian keuntungan antara bank dan nasabah. 

Nah, pastinya sekarang Anda sudah tahu apa perbedaan bank konvensional dan bank syariah. Semoga ulasan Deliveryscience yang telah kami sampaikan diatas bermanfaat dan terimakasih.